Artist

February 9, 2017

Nani Puspasari

Tags: , , ,

Seniman kelahiran Kalimantan, Indonesia ini sejak kecil sudah menyukai bidang seni. Ketertarikannya ini sudah terlihat sejak kecil, dimana dia menjadi sangat semangat setiap kali ada pelajaran menggambar ataupun kerajinan tangan di sekolah. Ia mulai menekuni bakat seninya sejak ia kuliah di salah satu universitas di Surabaya di jurusan desain komunikasi visual. Disana ia bertemu dengan seorang artis lokal dan kemudian sering terlibat untuk berkarya di beberapa pameran yang ada. Pada tahun 2008, ia memutuskan untuk menempuh pendidikan Fine Art di Melbourne, Australia, dan saat ini ia mengembangkan karir seninya disana sebagai visual artist, illustrator, ceramist, dan juga desainer.

Tidak ada batasan mengenai inspirasi, karena inspirasi datang dari mana saja. Dari cerita orang-orang sekitar, traveling, alam, musik, buku, film, internet, bahkan saat tidur (mimpi). Saya mengagumi artis yang bisa bercerita melalui visual seperti Maira Kalman, Marcel Dzama, Julia Rothman, Henry Danger, Salvador Dali, dan Gustav Klimt.” – Nani Puspasari

Nani Puspasari ingin fokus berkarya melalui konten dan cerita yang menarik, tidak hanya bagus secara visual. Ia suka membuat sesuatu yang membuat orang tertawa dan happy. Di sisi lain, Nani juga ingin menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan melalui karyanya. Karena itu ia pun sering berkolaborasi dengan organisasi-organisasi non profit untuk membantu menyampaikan aspirasi mereka, di antaranya End Child Detention, ChilOutChildren Out of Immigration Detention, Art for Change, YGAP, and IWDA – International Women’s Development Agency.

The Sister by Spasium feat. Nani Puspasari

 

Salah satu pengalaman tak terlupakan selama dia berkarya adalah ketika dia mendapatkan pekerjaan mural pertamanya untuk sebuah restoran. Dia melukis di area berukuran 8×4 m selama 4 hari, dari jam 9 malam hingga 3 pagi. “It’s one of my dream job!!”, jelasnya.

Pengalaman lain yang tidak kalah berkesan adalah ketika dia diminta oleh sebuah organisasi non profit yang sedang memperjuangkan hak anak-anak di pengungsian untuk membuat karya grafis untuk kampanye mereka. Permintaan ini menyadarkannya untuk membuat karma baik dengan menyampaikan pesan-pesan yang positif kepada semua orang. “I can’t change the world easily but my contribution might be able to make other people care more about humanity”.

The Thought Space 1 by Spasium feat. Nani Puspasari

 

Nani suka mendekorasi studionya dengan berbagai benda seperti buku, tanaman, poster, dan lainnya untuk memberikan aura-aura kreatif ketika bekerja. Ia lebih suka bekerja di ruangan sendiri supaya bisa lebih konsentrasi, karena ia adalah tipe orang yang suka bicara dan mudah ter-distract bila ada orang lain di sekitarnya. Kadang ia juga bekerja sambil dengarkan musik / nonton film supaya tidak ngantuk.

 

Karya Nani Puspasari tersedia dalam bentuk wall art / hiasan dinding di SPASIUM. Lihat koleksi lengkapnya di SPASIUM.

 

Koleksi SPASIUM lainnya yang Nani sukai di antaranya:

  1. Oprah Winfries by The Taable
  2. Fault Lines series by Nadine Maulida
  3. Dots by Ryan Ibee
  4. Fleeting Dream by Joe Hida
  5. Serenity by Heavenly Poetrysanny

 

Ditulis oleh : SPASIUM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *