News & Events

January 21, 2017

SPASIUM: Start Up Indonesia Favorit Editorial Tech In Asia 2016

Tags: , , ,

Cover image via : Tech in Asia

Setiap harinya, tim editorial Tech in Asia Indonesia mengulas berbagai berita mengenai startup di tanah air, mulai dari yang mendapat suntikan dana, meluncurkan fitur baru, gulung tikar, hingga yang muncul sebagai pemain baru di industri ini.

Dari sekian banyak startup yang lahir di sepanjang tahun 2016, beberapa di antaranya membuat kami takjub. Adapun beberapa kriteria penilaian kami adalah, startup ini memiliki ide yang unik, berusaha menjawab masalah yang ada secara nyata, serta potensi bisnisnya di tanah air.

SPASIUM menjadi salah satu startup yang berhasil mencuri perhatian tim editorial Tech in Asia Indonesia. Berikut ini adalah ulasannya:

Tahun ini, ranah startup tanah air banyak didominasi oleh layanan fintech dan on-demand jasa. Namun siapa sangka di bulan Februari lalu, Jay Adinata justru menerobos pasar dengan mendirikan SPASIUM, platform online penyedia artwork untuk kebutuhan rumahan sampai bangunan komersial seperti kantor, kafe, atau mal.

Membidik pasar kalangan muda yang ingin memberikan sentuhan artsy untuk interior, SPASIUM menawarkan harga yang terbilang relatif terjangkau untuk setiap artwork yang mereka pasarkan. Dari penelusuran saya, kamu bisa mendapatkan produk dari harga Rp1 jutaan saja.

Awalnya saya berpikir “Ah paling jadi lahan artis baru….” Tapi melihat nama-nama artis yang sudah menjadi rekanan, hampir bisa dipastikan kamu juga akan tercengang. Ada Anton Ismael, sampai seniman muda yang tengah naik daun seperti Sanchia Hamidjaja. Dan harganya? “Wow, ini jauh dari harga rata-rata karya mereka yang saya tahu sebelumnya,” batin saya.

Inilah yang membuat saya memutuskan memasukkan SPASIUM ke dalam daftar ini. Jay ternyata mengambil celah dengan memanfaatkan karya-karya “nganggur” milik artis-artis tersebut. “Biasanya mereka enggan memasarkan karya-karya yang menurut mereka hanya karya ‘iseng’ dan ternyata sangat banyak jumlahnya dan mereka (artis) cenderung tidak mau memikirkan masalah marketing,” tutur Jay. Tentu saja, karya-karya “iseng” yang kebanyakan tersimpan di dokumen pribadi tadi sebenarnya tetap memiliki nilai seni tinggi.

SPASIUM dengan tim kuratornya yang terdiri dari artis dan penikmat karya seni ini juga tidak sekadar menjual artwork, namun juga format cetaknya. “Kita yang memutuskan, nanti mau dicetak dengan medium apa. Nah tentunya sudah ada kesepakatan dengan artis, satu karya maksimal bisa dicetak berapa kali,” tutur Jay lagi.

Ingin mendapatkan karya seni berkualitas dengan harga terjangkau? Langsung saja kunjungi SPASIUM.

 

Ditulis oleh : Pradipta Nugrahanto (Tech in Asia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *